Bullying Actions : Perilaku ABG Baru Labil Saat Ini

May 26, 2012

Well hey, let's check my sociology task, which is also my voice to fight against bullying in Indonesia!


Pembukaan
Sering kita jumpai kabar di televisi, internet serta radio tentang kasus penganiayaan teman sebaya di usia remaja. Bahkan remaja yang teraniaya mengalami trauma dan emotion drops di sepanjang usia remajanya sehingga tidak dapat meraih prestasi yang maksimal serta kehilangan masa bersenang – senangnya. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas seluk beluk penganiayaan alias tindakan ‘bullying’ sebagai bahasa kerennya.

Definisi Bullying
Bullying adalah kata dari bahasa Inggris yang kata dasarnya adalah bully, yang secara harfiah artinya ‘seseorang yang menyakiti atau menakuti seseorang yang ‘lebih rendah’ daripada dirinya’ atau secara singkat bisa kita sebut ‘tindakan penganiayaan.’ Bullying biasanya disertai dengan berbagai macam ultimatum dari pelaku terhadap target sehingga menimbulkan ketakutan terhadap dia. Kasus bullying banyak terjadi di kalangan usia remaja (12 – 18 tahun), dan pelaku bullying tidak memandang gender.

Jenis dan Target – Target Bullying
Ada banyak macam – macam bullying yang dilakukan oleh para pelaku, namun pada umumnya (khususnya di Indonesia) macam – macam bullying itu dimasukkan dalam 3 kelompok besar:
1.     Physical abuse (penganiayaan fisik), adalah jenis bullying yang langsung menyerang fisik target bullying dan BIASANYA meninggalkan bekas luka, baik permanen atau temporer. Contoh: pemukulan, penikaman, perkelahian, penamparan.
2.     Verbal abuse (penganiayaan verbal), adalah jenis bullying yang dilakukan oleh mulut. Tidak menyakiti fisik namun menusuk perasaan target bullying sehingga mengakibatkan emotional drops. Contoh: mengolok nama orang tua dan tempat asal dia tinggal, mengejek secara eksplisit maupun implisit terhadap target bullying.
3.     Psychology abuse (penganiayaan psikologis), adalah jenis bullying yang terparah dari 2 sebelumnya. Batin target bullying bisa seketika tersakiti dengan parah. Contoh: memfitnah, menyebar gossip, mempermalukan target di depan umum, menolak secara mentah – mentah niat pertemanan sang target terhadap pelaku bullying, rasisme.
4.     Cyber – bullying, adalah tindakan bullying yang dilakukan di dunia maya. Biasanya cenderung mengarah kepada jenis 2 & 3, hanya terdapat perbedaan tempat.
Target – target bullying pun bermacam – macam. Inilah yang sering menjadi target bullying di Indonesia:
1.     Remaja yang memiliki kelebihan yang cenderung menonjol dan membuat pelaku – pelaku bullying bisa terpojok (orang pandai, populer, supel, ramah, banyak disukai).
2.     Remaja yang memiliki kekurangan fisik dan mental dan sering menarik diri dari kehidupan sosial di sekolah.
3.     Remaja yang termasuk minoritas, biasanya dalam hal agama dan suku. Di luar negeri, ras termasuk ukuran minoritas.
4.     Teman baru. Namun, tindakan bullying ini seringkali bukan untuk menindas, namun untuk menambah massa dari pelaku bullying.

Tujuan Bullying
Tidak mungkin kalau pelaku bullying tidak memiliki tujuan tertentu untuk melaksanakan tindakan tersebut. Menurut penelitian, ada beberapa tujuan mengapa bullying dilakukan:
1.     Untuk menambah teman. Seringkali orang yang melakukan tindakan bullying dianggap lebih ‘kuat’. Ketika pelaku telah memiliki banyak massa, tindakan bullying pun semakin meluas dan tidak terelakkan.
2.     Menambah eksistensi pelaku di kehidupan sosial. Di Indonesia, eksistensi justru diraih dengan tindakan penganiayaan, bukan prestasi atau moral yang baik.

Efek Bullying
Tidak disangka, setelah diamati, efek dari tindakan bullying luar biasa besar (negatif)nya. Diurutkan dari yang ‘paling kecil’ hingga yang ‘luar biasa’, berikut efek dari tindakan bullying:
1.     Terisolasi dari lingkungan sosial sekolah.
2.     Trauma yang mendalam. Kehilangan kemampuan berbicara karena terbayang – bayang kalau suaranya tidak akan diterima.
3.     Dropnya prestasi target bullying.
4.     Kehilangan kontrol emosi.
5.     Gangguan jiwa serta stress berkepanjangan.
6.     Bunuh diri.

Partisipasi Dalam Pemberantasan dan Antisipasi Bullying
Semua kalangan masyarakat dapat ikut serta dalam pencegahan tindakan bullying. Secara pribadi, kami menilai di Indonesia masih kurang ada kesadaran dalam pemberantasan bullying karena jumlah pelaku bisa dibilang lebih banyak massanya daripada yang ingin memberantas. Namun, kita bisa memulainya sekarang. Tidak hanya di lingkungan sekolah, namun bisa di lingkungan luar sekolah, supaya tindakan bullying tidak semakin merajalela dan generasi muda Indonesia akan mengalami kemunduran yang pesat seperti efek – efek diatas.
Beberapa tindakan yang bisa kita ambil adalah:
1.     Mulai dari yang kecil! Ketika ada pertikaian, jangan ragu – ragu untuk melerai dan menegasi pelaku bullying agar tidak mengulangi perbuatan yang sama (atau lebih kasar) kepada target.
2.     Teliti keadaan sekitar, siapa tahu ada gejala bullying yang dapat segera diatasi.
3.     Jangan berjalan sendirian! Ajak teman – teman kita untuk bersama – sama memberantas bullying. Adakan kampanye kecil –kecilan tentang bullying, tidak perlu besar – besaran karena akan menyebabkan pelaku bullying akan semakin gencar mencari massa untuk memperkuat posisinya.
4.     Ajak berbicara target bullying. Setidaknya kita telah membantu dia melepaskan sedikit bebannya dengan mengajak dia bicara tentang penganiayaan yang dia alami. Kita bisa memberikan masukan kepada target dan mengajak dia berjalan bersama – sama.

Fakta – Fakta Seputar Bullying
Tidak hanya masyarakat umum, beberapa public figure juga turut serta dalam pencegahan tindakan penganiayaan, seperti membuat karya – karya atau membuat pergerakan. Siapa saja?
·        Tahun 2003, ada event amal nasional bertema anti – bullying bernama ‘Act Against Bullying’ di Inggris, dimana aksi ini masuk ke sekolah – sekolah untuk mencegah gejala bullying baik secara nyata atau cyber – bullying.
·        Tahun 2006, ‘National Bullying Prevention Month’ (Bulan Pencegahan Penganiayaan Nasional) diadakan untuk pertama kalinya di Amerika Serikat.
·        Tahun 2010, ‘It Gets Better Project’ diadakan untuk pencegahan bunuh diri yang dilakukan oleh kaum homoseksual di Amerika Serikat. Didirikan oleh sepasang suami – istri, Dan Savage dan Terry Miller.
·        Tahun 2011, Lady Gaga, bekerjasama dengan Berkman Center for Internet & Society, membentuk yayasan Born This Way Foundation yang secara terang – terangan memiliki tujuan jelas untuk melaksanakan pencegahan penganiayaan terhadap sesama.
·        Di sepanjang tahun 2011 – 2012, empowering songs yang menyuarakan semangat anti – bullying banyak bermunculan. ‘Mean’ milik Taylor Swift mendapat respon positif dari penikmat musik dan korban bullying serta membawa 2 Grammy Awards.

Kesimpulan
Dari bahasan diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa tindakan bullying adalah tindakan yang sudah melampaui batas moral seseorang dan harus segera diberantas bersama – sama. Sadar atau tidak, mungkin saja kita menjadi korban bullying atau secara tidak langsung telah melakukan tindakan itu. Oleh karena itu, dibutuhkan introspeksi diri dari masing – masing individu sehingga tidak akan ada keraguan untuk memulai aksi pencegahan tindakan ini. Berantas bullying, perbaiki generasi muda Indonesia!

3 comments:

AspirasiKu said...

Celekanya, belum banyak orang yang mengerti dan memahami apa itu bullying. Mereka hanya anak-anak dengan pemahaman bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah sebatas canda gurau, lebih dari itu, mereka tak tahu bahwa apa yang mereka perbuat merupakan tindakan fatal apabila yang menjadi korban merupakan seseorang yang sangat sensitif perasaannya.

Mudah-mudahan indonesia bisa jadi lebih baik. :D

Yanuar Al-Sherafe Pramudya said...
This comment has been removed by the author.
Hana Pertiwi said...

nggak cuma anak muda. orangtua juga melakukan bullying. orangtuaku salahsatu contoh yang suka nge bully anak2nya sendiri secara verbal. kalau aku atau adikku ngelakuin hal yang salah, mereka langsung bereaksi dg membentak supaya kami langsung takut dan menurut ma apa yg mereka mau. setiap hari (bahkan sampai sekarang)nggak ada satu haripun dilalui tanpa orangtuaku bentak2. dan itu benar2 membuat trauma.
bullying = dzalim = dosa! STOP BULLYING!!

Post a Comment

Give comments here. No provocating, SARA, and be peace!