Single Review : Florence + The Machine – Shake It Out

Jun 30, 2012


     Florence Welch dan kawan – kawan wajib berterima kasih kepada Glee dan SMASH yang mana kedua series tersebut mengcover single pertama dari album kedua mereka, ‘Ceremonials’, dengan sangat epic sehingga single ini pun menjadi salah satu single tersukses milik mereka hingga saat ini. Ada apa gerangan sehingga lagu ini sangat menarik?


     Jangan tertipu dengan judul lagunya. Meskipun terkesan gembira di judulnya, lagu ini aslinya bernuansa cukup suram. Dentuman drum, piano gereja (ya, menurutku itu suara piano gereja, CMIIW), dan lirik sangat mendukung suasana itu. ‘Regrets collect like old friends, here to relive your darkest moment.’ Florence seakan mengajak kita melihat kembali saat – saat down kita di masa lalu, diiringi dengan penegasan di lirik ‘I can see no way’ sebanyak 4x. ‘Frighteningly’ epic. Namun sesungguhnya, lagu ini mengajak kita untuk tetap berdiri, berjuang melawan kegelapan yang menghantui di sekitar kita dan rela berkorban hingga akhir. Meskipun (menurutku) agak ber – background cinta, tetap bisa kita tafsirkan lagu ini sebagai lagu yang universal ; tidak hanya sebatas penafsiran romantis. Sangat jelas diutarakan dalam lirik ‘And I'm ready to suffer and I'm ready to hope. It's a shot in the dark aimed right at my throat. 'Cause looking for heaven, found the devil in me. Looking for heaven, found the devil in me. Well what the hell I'm gonna let it happen to me, yeah.’

     Secara melodi dan ritme, suasana rock-nya sangat terasa. Seperti sebuah band rock yang bermain di sebuah aula besar yang kosong. Vokal Welch powernya stabil, teriakannya sampai terasa bergema dan tidak terdengar urakan. Seperti sebelumnya, nuansa suram itu sesungguhnya banyak ditunjang oleh suara piano gereja yang bersuara panjang dan pelan sekali. Disusul dengan dentuman drum yang tetap namun cukup menggugah hati karena ‘artikulasi’-nya jelas. Berbeda jauh dengan versi Glee yang manis dibawakan oleh The Troubletones (CMIIW) dan sebatas diiringi oleh petikan (dan genjrengan) gitar dan piano. Lebih minimalis dan effortless namun easy-listening.

      Kesimpulannya, don’t worry about rock songs. Some of ‘em are not really bad for your mind and ears. Florence + The Machine sudah melaksanakan tugasnya dengan baik untuk mem – fulfill kemauan pendengar musik secara umum. Makna yang disampaikan cukup dalam, semoga bisa diterima oleh hati sebagai motivasi.

0 comments:

Post a Comment

Give comments here. No provocating, SARA, and be peace!